Senin, 07 Desember 2015

 
Jahe merupakan salah satu jenis tanaman yang hidup sepanjang tahun. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai wilayah, seperti Indonesia, India, Karibia, Cina, Afrika Barat dan Asia Barat Daya. Adapun ciri-ciri atau karakteristik tanaman jahe yaitu memiliki bau yang khas dan tajam serta terasa hangat bila dikonsumsi.

Jahe biasanya digunakan sebagai bumbu masakan, campuran jamu, atau bisa juga dibuat untuk wedang jahe. Seiring dengan perkembangan zaman, cara pengolahan jahe pun semakin berkembang dan beragam. Kini, jahe dapat digunakan sebagai campuran berbagai jenis makanan olahan, misalnya permen jahe, dodol jahe, dan selai jahe. 

Selain dapat diolah menjadi bermacam-macam jenis makanan, jahe ternyata memiliki begitu banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh. Jahe bukan sekedar bahan pelengkap untuk menambah citarasa masakan Anda. Pada ulasan di bawah ini, kami akan membahas manfaat dan khasiat jahe bagi kesehatan. Apa saja itu? Berikut daftar manfaatnya.

Manfaat, Khasiat, dan Kegunaan Tanaman Jahe

1. Membantu pencernaan

Makan jahe dapat mempermudah tubuh Anda dalam mencerna makanan setelah makan berat. Pasalnya, jahe berkhasiat dalam membersihkan usus besar, membuang gas beracun, meningkatkan produksi cairan pencernaan serta membantu dalam memperlancar buang air besar. 

2. Mengatasi masuk angin, demam dan batuk

Jahe mempunyai sifat sebagai antivirus, antijamur dan antitoksin sehingga tak heran jika jahe dapat bermanfaat untuk mencegah dan mengobati masuk angin, demam, batuk maupun susah buang air besar. Selain itu, jahe juga berguna dalam mencegah dan mengobati penyakit flu. 

3. Menyembuhkan sakit perut

Jika Anda sedang mengalami sakit perut, sangat disarankan untuk mengkonsumsi jahe karena jahe memiliki sifat analgesik dan obat penenang. Selain itu, jahe juga digunakan dalam penyembuhan masalah perut parah seperti dispepsia atau kolik dan diare.

4. Membantu dalam mengobati batu empedu

Jahe juga dapat membantu dalam mengobati batu empedu karena membantu empedu untuk melepaskannya dari kandung empedu. Dengan mengkonsumsi jahe secara rutin, masalah batu empedu yang Anda alami akan segera sembuh.

5. Mencegah beberapa jenis penyakit kanker

Jahe atau lebih spesifiknya ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker. Misalnya saja, jahe dapat mencegah sembelit yang memicu perkembangan kanker, mencegah pertumbuhan enzim yang merangsang kanker prostat, membunuh sel-sel kanker paru-paru dan mencegah pertumbuhan kanker usus besar. Baca juga:
href="http://magforbeauty.blogspot.com/2014/03/tips-cara-mencegah-kanker.html">Cara Mencegah Penyakit Kanker

Bahkan, jahe dapat membunuh sel kanker payudara, sel kanker lambung dan menghambat pertumbuhan sel kanker ovarium. Eits! tunggu dulu, masih ada lagi. Jahe juga dapat menghentikan penyebaran sel-sel kanker paru-paru, ginjal, kulit, leukemia dan pankreas. Ajaib bukan?

6. Mengurangi rasa sakit dan pembengkakan

Jahe adalah obat penghilang rasa sakit yang cukup mujarab serta memiliki sifat anti-inflamasi. Di samping itu, jahe juga berkhasiat untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh luka dan infeksi. Bahkan, penyakit rematik bisa sembuh hanya dengan mengkonsumsi jahe.

7. Meredakan migrain

Sebuah studi mengungkapkan bahwa jahe dapat menghentikan prostaglandin, faktor penyebab rasa sakit. Oleh sebab itu, jahe bisa juga digunakan sebagai obat untuk mengurangi migrain dan sakit kepala.

8. Meredakan kram saat menstruasi

Ladies, jika kalian mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, sebaiknya kalian atasi dengan mengkonsumsi jahe. Selain itu, jahe juga berguna untuk meredakan rasa sakit yang disebabkan oleh kram saat menstruasi. Tahukah Anda bahwa orang Cina menggunakan teh jahe yang dicampur gula merah untuk mengobati kram saat menstruasi.

9. Mengobati morning sickness

Selain dapat mengatasi morning sickness, jahe juga berkhasiat meredakan mabuk perjalanan. Pasalnya, jahe dapat menekan rasa mual dan muntah. Dengan demikian, morning sickness yang sering terjadi pada wanita hamil dapat dihindari dengan mengkonsumsi jahe.

10. Mengurangi sakit gigi

Karena jahe memiliki sifat antijamur dan antibakteri, jahe dapat membantu dalam mengurangi sakit gigi. Caranya cukup mudah, Anda bisa membuat wedang jahe, lalu gunakan untuk berkumur selama beberapa menit.

11. Menurunkan kadar kolesterol

Manfaat kesehatan lain yang penting dari jahe yaitu mampu menurunkan kadar kolesterol Anda. Maka dari itu, dengan mengkonsumsi jahe secara teratur, kemungkinan Anda terkena serangan jantung dan pembekuan darah intern sangatlah kecil. Sebab, jahe memiliki sifat pengencer alami yang berguna untuk membersihkan darah.

Nah, para pembaca Mag For Beauty, itu tadi sekilas beberapa manfaat dan khasiat jahe bagi kesehatan. Selain itu, jahe memang sudah terbukti sebagai tumbuhan yang mujarab dan memiliki khasiat yang luar biasa sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Semoga bermanfaat. sumber : www.magwuzz.com › Makanan Sehat

http://i0.wp.com/www.tanamanobatku.org/wp-content/uploads/2015/09/manfaat-seledri.jpg
Apakah Anda tahu mengenai daun seledri?. Yah, daunnya yang memiliki aroma begitu khas membuat tanaman yang satu ini digunakan sebagai tambahan penyedap untuk beberapa masakan berkuah atau bahkan ditambahkan ke dalam bubur ayam. Seledri juga sering dijadikan hiasan untuk kue atau untuk mempercantik tampilan masakan saat penyajiannya.
Jenis sayuran ini sudah menjadi sahabat bagi ibu rumah tangga. Sehingga sangat gampang sekali jika ingin mengkonsumsinya sebagai obat untuk mengatasi masalah kesehatan.
Tanaman yang memiliki nama ilmiah Apium Graviolens ini bersifat hipotensif yang mampu menurunkan tekanan darah, dan memiliki khasiat antirematik, sebagai peluruh haid, dan sebagainya. Berdasarkan hasil research di Jerman dan Cina selama 1970 sampai 1980 menunjukkan bahwa kandungan minyak terbang dalam seledri mempunyai efek positif yang lembut pada sistem saraf pusat dan berfungsi sebagai obat hipertensi.
Selain yang disebutkan di atas, kandungan duan seledri juga terbukti bermanfaat untuk kesehatan. Sehingga tidak ada ruginya bagi kita untuk mengkonsumsinya guna menjaga kesehatan kita. berikut ini beberapa manfaat daun seledri bagi kesehatan.
1. Mengobati Tekanan Darah Tinggi
Anda bisa menggunakan batang maupun daun seledri. Ambil seledri secukupnya, cuci hingga bersih kemudian potong dengan ukuran yang kecil-kecil. Rebus potongan seledri dengan 2 gelas air sampai airnya tersisa ¾ gelas. Minum ramuan seledri ini setelah dingin. Resepnya 2 kali sehari. Masing-masing separuhnya. Selain itu, Anda juga bisa mengkonsumsinya sebagai lalapan ketika makan.
2. Menurunkan Gejala Asam Urat
Tambahkan 25 gr biji seledri ke dalam bahan makanan. Makan setiap hari dengan dosis yang sama. Cara lain yaitu 2 sendok makan biji seledri direbus dengan 2 liter air selama 3 jam. Minum ramuan ini 3 kali sehari masing-masing 1 cangkir.
3. Mengobati Penyakit Asma dan Bronkitis
Cuci bersih 37 lembar daun seledri lalu tambahkan 2 gelas air. Rebus hingga airnya tersisa 1 gelas. Saring dan dinginkan ramuan ini, kemudian minum sekaligus 1 kali sehari
4. Menghilangkan Racun di dalam Ginjal
Ambil seikat daun saledri kemudian cuci hingga bersih. Potong ukuran kecil seledri kemudian masukan ke dalam panci. Rebus selama sepuluh menit dan dinginkan. Anda bisa mengkonsumsinya satu gelas setiap hari dan akan membantu anda untuk mengurangi racun yang menumpuk dan keluar di dalam air seni.
5. Mencegah Penyakit Kanker
Studi terbaru menunjukkan bahwa daun seledri juga efektif dalam mencegah penyakit kanker. Seledri diketahui mengandung setidaknya delapan keluarga senyawa anti kanker, yaitu :
  • Acetylenics yang telah terbukti menghentikan pertumbuhan sel tumor.
  • Asam fenolat yang menghalangi aksi prostaglandin yang mendorong pertumbuhan sel tumor.
  • Kumarin yang mampu mencegah radikal bebas dari sel-sel yang merusak.
  • Kandungan mineral yang terdapat di dalam daun seledri mampu menyeimbangkan pH di dalam tubuh dan menetralkan keasaaman.
  • Kandungan kumarin fitokimia yang terdapat di dalam seledri mampu mencegah pembentukan dan perkembangan kanker usus dan perut.
Cara penggunaanya dengan mengambil seledri secukupnya kemudian campurkan ke dalam jus. Anda bisa mengkonsumsinya 1 kali sehari. sumber : www.tanamanobatku.org/


http://i0.wp.com/www.tanamanobatku.org/wp-content/uploads/2015/11/manfaat-petai.jpg 
Meski berbau tak sedap ketika dimakan, banyak orang tetap menyukai petai sebagai lalapan, sambal, atau pelengkap masakan. Selain rasanya enak, jenis polong-polongan ini mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya adalah manfaat petai yang mampu mengendalikan gula darah. Sehingga bagi Anda yang menderita diabetes tidak ada salahnya untuk mencoba mengonsumsinya.
Leona Victoria Djajadi selaku ahli gizi menjelaskan manfaat petai untuk kesehatan. Kandungan antioksidan pada petai cukup banyak. Karena termasuk keluarga polong-polongan (legume), petai merupakan sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah atau karbohidrat kompleks.
Victoria menambahkan, bahwa suku polong-polongan yang memiliki nama latin Parkia speciosa ini juga kaya akan protein, serat, dan mengandung sedikit lemak. Selain itu, petai menjadi sumber nabati mineral yang diperlukan tubuh seperti kalsium, potasium, dan fosfor.
Kelebihan petai juga ada pada senyawa thioproline. Victoria menjelaskan senyawa thioproline tersebut adalah zat antikarsinogenik yang baik bagi tubuh. Hanya saja thioproline perlu diaktivasi dengan cara merebus petai atau diolah lebih lanjut sebelum dimakan.
“Bagi para penderita diabetes petai bisa membantu menurunkan gula darah sehabis makan. Namun hal ini tidak terjadi pada orang yang dalam kondisi sehat,” jelas Victoria.
Victoria menambahkan sampai saat ini tidak terdapat batas maksimum atau upper level dalam mengonsumsi petai. Meski begitu, petai juga tidak baik dikonsumsi berlebihan karena mempunyai efek samping, salah satunya dapat membahayakan ginjal.
Untuk itu, jika ingin mengonsumsinya sebagai pengendali gula darah silahkan konsultasi dengan dokter Anda untuk memastika berapa batas maksimum yang boleh dikonsumsi. Semoga artikel mengenai manfaat petai sebagai pengendali gula darah ini bisa bermanfaat, Salam Sehat sumber :manfaatnyasehat.com/category/manfaat-daun/
1. Daun sirih. Dalam daun sirih terkandung eugenol yang memiliki sifat antifungal . Dengan sifat antifungal ini, daun sirih dapat digunakan untuk menghambat tumbuh dan berkembangnya yeast (sel tunas) dari Candida albicans. Daun sirih juga mengandung zat antiseptik yang berperan dalam membunuh bakteri. Sifat antiseptik yang dimiliki daun sirih disebabkan dari turunan fenol yaitu kavikol, dimana sifat antiseptiknya 5x lebih efektif bila dibandingkan fenol biasa. Selain dari dua sifat diatas, Daun sirih juga memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans, Streptococcus viridans, Streptococcus sanguis, Staphylococcus aureus, dan, Actinomyces viscosus.
2. Lidah buaya. Lidah Buaya selama ini banyak dikenal sebagai tanaman hias sekaligus penyubur rambut yang paling alami. Namun tidak hanya itu, lidah buaya ternyata masih menyimpan banyak sekali khasiat yang belum kita ketahui bagi kesehatan. Semua manfaat yang akan kita dapatkan dari lidah buaya tidak lain karena tanaman herbal ini banyak mengandung berbagai asupan nutrisi, seperti 20 jenis asam amino, dan tinggi berbagai macam mineral seperti natrium, dan kalsium yang tentunya tidak hanya baik bagi kesehatan rambut, tapi juga kesehatan organ tubuh kita yang lainnya
3. Madu. Madu mengandung banyak mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, alumunium, besi, fosfor dan kalium. Vitamin-vitamin yang ada dalam madu adalah thiamin (B1), riboflavin (B2), asam askorbat (C), piridoksin (B6), niasin, asam pantotenat, biotin, asam folat, dan vitamin K. Sedang enzim yang penting dalam madu adalah enzim diastase, invertase, glukosa oksidase, peroksidase, dan lipase. Enzim diastase adalah enzim yang mengubah karbohidrat komplek (polisakarida) menjadi karbohidrat sederhana (monosakarida). Enzim invertase adalah enzim yang memecah molekul sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim oksidase adalah enzim yang membantu oksidasi glukosa menjadi peroksida. Enzim peroksidase melakukan proses oksidase metabolisme. Semua zat:
berguna bagi tubuh. sumber : obat-obatan herbal
Sejarah Farmasi sejarah farmasi Sejak masa Hipocrates (460-370 SM) yang dikenal sebagai “Bapak Ilmu Kedokteran”, belum dikenal adanya profesi Farmasi. Saat itu seorang “Dokter” yang mendignosis penyakit, juga sekaligus merupakan seorang “Apoteker” yang menyiapkan obat. Semakin berkembangnya ilmu kesehatan masalah penyediaan obat semakin rumit, baik formula maupun cara pembuatannya, sehingga dibutuhkan adanya suatu keahlian tersendiri. Pada tahun 1240 M, Raja Jerman Frederick II memerintahkan pemisahan secara resmi antara Farmasi dan Kedokteran dalam dekritnya yang terkenal “Two Silices”. Dari sejarah ini, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah akar ilmu farmasi dan ilmu kedokteran adalah sama. Awal mula Kelahiran Ilmu Farmasi Farmasi (bahasa Inggris: pharmacy, bahasa Yunani: pharmacon, yang berarti : obat merupakan salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat. Ruang lingkup dari praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisional seperti peracikan dan penyediaan sediaan obat, serta pelayanan farmasi modern yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien (patient care) di antaranya layanan klinik, evaluasi efikasi dan keamanan penggunaan obat, dan penyediaan informasi obat. Kata farmasi berasal dari kata farma (pharma). Farma merupakan istilah yang dipakai pada tahun 1400 - 1600an. Paracelsus (1541-1493 SM) berpendapat bahwa untuk membuat sediaan obat perlu pengetahuan kandungan zat aktifnya dan dia membuat obat dari bahan yang sudah diketahui zat aktifnya. Hippocrates (459-370 SM) yang dikenal dengan “bapak kedokteran” dalam praktek pengobatannya telah menggunakan lebih dari 200 jenis tumbuhan atau biasa disebut obat herbal. Claudius Galen (200-129 SM) menghubungkan penyembuhan penyakit dengan teori kerja obat yang merupakan bidang ilmu farmakologi. Ibnu Sina (980-1037) telah menulis beberapa buku tentang metode pengumpulan dan penyimpanan tumbuhan obat serta cara pembuatan sediaan obat seperti pil, supositoria, sirup dan menggabungkan pengetahuan pengobatan dari berbagai negara yaitu Yunani, India, Persia, dan Arab untuk menghasilkan pengobatan yang lebih baik. Johann Jakob Wepfer (1620-1695) berhasil melakukan verifikasi efek farmakologi dan toksikologi obat pada hewan percobaan, ia mengatakan :”I pondered at length, finally I resolved to clarify the matter by experiment”. Ia adalah orang pertama yang melakukan penelitian farmakologi dan toksikologi pada hewan percobaan. Percobaan pada hewan merupakan uji praklinik yang sampai sekarang merupakan persyaratan sebelum obat diuji–coba secara klinik pada manusia. Institut Farmakologi pertama didirikan pada th 1847 oleh Rudolf Buchheim (1820-1879) di Universitas Dorpat (Estonia). Selanjutnya Oswald Schiedeberg (1838-1921) bersama dengan pakar disiplin ilmu lain menghasilkan konsep fundamental dalam kerja obat meliputi reseptor obat, hubungan struktur dengan aktivitas dan toksisitas selektif. Konsep tersebut juga diperkuat oleh T. Frazer (1852-1921) di Scotlandia, J. Langley (1852-1925) di Inggris dan P. Ehrlich (1854-1915) di Jerman. Demikian beberapa ulasan sejarah farmasi Dunia barat yang semuanya berawal dari Hipocrates yang dikenal sebagai bapak kedokteran, jika dilihat secara mendalam maka ilmu kefarmasian dan ilmu kedokteran memiliki sumber yang sama sehingga diharapkan keilmuan ini dapat bekerja sama untuk mencapai efek terapi yang maksimal bagi pasien.  sumber : Aji Wibowo,S.Farm.,Apt.,M.P.H Sejarah Farmasi http://farmatika.blogspot.com/p/sejarah-farmasi.html#ixzz3tgTKeyqu
rikel ini Membahas tentang Sejarah Farmasi, The History Of Pharmacy, Sejarah Ilmu Farmasi, sejarah dan perkembangan ilmu farmasi. oke sobat IF, ini merupakan penggalan dari artikel ilmu farmasi, biar lebih khusus jadi saya buat entry khusus sejarah farmasi, sebelumnya saya juga pernah mempost artikel tentang :
1. Ilmu Farmasi
2. Cabang Ilmu Farmasi
3. Sejarah Ilmu Farmasi I
4. Sejarah Ilmu Farmasi II
5. Blog Ilmu Farmasi.
Untuk kali ini artikel sejarah farmasinya lebih lengkap dari yang sebelumnya, oke, langsung saja.


1. Zaman Permulaan
Suatu zaman yang sangat awal, belasan maupun puluhan abad sebelum masehi. Alam lebih dahulu tercipta dari manusia, alam menyediakan berbagai sumber hayati, hewani serta mineral mineral serta zat kimiawi lainnya yang pada akhirnya akan dimanfaatkan oleh manusia. pada masa
zaman prasejarah (awal mula kehidupan) manusia dan penyakit adalah 2 hal yg berkait, dulu untuk mengobati   penyaki mereka menggunakan insting dalam mengobati penyakit misal luka manusia membubuhkan daun-daun segar diatas luka, atau menutupinya dengan lumpur, mereka melakukan pencarian obat secara acak, dan ini merupakan awal mula pngetahuan dan ilmu farmasi.
Selanjutnya penemuan arkeologi mengenai tulisan-tulisan mengenai farmasi yang terkenal adalah penemuan catatan-catatan yang disebut 'Papyrus Ebers', papyrus ebers ini merupakan suatu kertas yang berisi tulisan yang panjangnya 60 kaki (kurang lebih 20 meter) dan lebarnya 1 kaki (sekitar sepertiga meter) berisi lebih dari 800 formula atau resep, disamping itu disebutkan juga 700 obat-obatan yang berbeda antara lain obat yang berasal dari tumbuh tumbuhan seperti akasis,biji jarak (castrol), anisi dll serta mineral seperti besi oksida, natrium bikarbonat, natrium klorida dan sulfur. 
Dokumen ini ditemukan george ebers, seorang ahli sejarah mesir berkebangsaan jerman. sekarang dokumen ini disimpan di universitas of leipzig, Jerman.
2. Awal masehi
Sejarah farmasi dan kedokteran juga dipengaruhi tokoh tokoh seperti hippocrates (450-370 SM), Dioscorides (abad ke-1 M), dan Galen (120-130 M)
Hippocrates (450-370 SM) merupakan seorang dokter yunani yang dihargai karna memperkenalkan farmasi dan kedokteran secara ilmiah, ia membuat sistematika dalam pengobatan, serta menyusun uraian tentang beratus-ratus jenis obat-obatan, ia juga dinobatkan sebagai bapak dari ilmu kedokteran.
Dioscorides (abad ke-1 M), seorang dokter yunani yang merupakan seorang ahli botani, yang merupakan orang pertama yang menggunakan ilmu-tumbuh tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan, hasil karyanya berupa De Materia Medika. selanjutnya mengembangkan ilmu farmakognosi. obat obatan yang dibuat dioscoridaes antara lain napidium, opium, ergot, hyosciamus, dan cinnamon..
Galen (120-130 M), seorang dokter dan ahli farmasi bangsa yunani berkewarganegaraan romawi, yang menciptakan suatu sistim pengobatan, fisiologi, patologi yang merumuskan kaidah yang banyak diikuti selama 1500 tahun, dia merupakan pengarang buku terbanyak dizamannya, ia telah meraih penghargaan untuk 500 bukunya tentang ilmu kedokteran-farmasi serta 250 buku lainnya tentang falsafal, hukum, maupun tata bahasa. hasil karyanya dibidang farmasi uraian mengenai banyak obat, cara pencampuran dsb, sekarang lazim disebut farmasi 'galenik'.

3. Abad kegemilangan Farmasi di peradaban Arab-Islam
Setelah abad pertama masehi terlewati, perlahan-lahan kemajuan dibidang pengetahuan termasuk farmasi di barat mengalami kemunduran, dikenal dengan abad kegelapan (Dark Age).
Kebangkitan di dunia farmasi selanjutnya diilhami dengan turunnya Al-Qur'an seiiring dengan kemajuan bangsa arab yang merupakan pusat peradaban dunia termaju saat itu, dimana ilmuan ilmuan islam berpatokan pada Al-Qur'an dan Metode pengobatan nabawi (Nabi), disamping penelitian dan pengembangan lainnya.
Mulai Abad ke-9 terus berkembang hingga abad ke-13 melalui berbagai karya asli dan terjemahan, dunia arab telah menjembatani ilmu yang menghubungkan yunani dengan dunia farmasi modern saat sekarang ini. Puncak sumbangan dunia Arab-islam dalam perkembangan farmasi dapat dikatakan  ketika adanya suatu panduan praktek kefarmasian pada tahun 1260 yang disusun oleh seorang ahli kefarmasian berpengalaman dari mesir (Abu'l-Muna Al-Kohen al-Attar), dalam panduan praktek kefarmasian tersebut attar menuliskan pengalaman hidupnya serta ilmu dalam seni apotek atau seni dalam meracik obat, yang sebagiab besar juga menguraikan etika farmasis sebagai profesi kesehatan. Ilmuan Farmasi yang terkenal pada zaman ini antara lain :Yuhanna bin Masawayah (777-875), Abu Hasan Ali Bin Sahl Rabban Al-tabari (808), Sabur bin Sahl, Zayd Hunayn bin Ishaq al ibadi (809-873), dan lain lainnya.
Pembahasan mengenai abad kegemilangan farmasi didunia Arab akan dibahas pada artikel selanjutnya.

4. Menjelang Abad pertengahan dan Abad ke 20
Seiring meningkatnya jenis obat-obatan, rumitnya ilmu mengenai obat dan penanganan serta penggunaannya, yang dulunya pekerjaan ini masih dipelajari dan dikerjakan dalam kedokteran. Pada tahun 1240 raja  jerman frederick II secara resmi memisahkan ilmu farmasi dari kedokteran, sehingga sekarang dikenal ilmu farmasi dan ilmu kedokteran.
Tokoh selanjutnya yang berpengaruh adalah Philippus Aureolus Theopharastus Bombastus von hoheaheim, panjang dan ribet namanya hahaha, ia juga dikenal dengan nama paracelcus (1493-1542 M) seorang dokter dan ahli kimia, yang merubah paradigma ilmu farmasi yang mulanya berdasarkan ilmu tumbuhan menjadi profesi yang berkaitan erat dengan ilmu kimia, paracelcus juga berhasil menyiapkan obat kimiawi yang dipakai sebagai obat internal untuk melawan penyakit tertentu.
Menjelang abad ke-20 Penelitian farmasi awal mulai banyak dilakukan :
Karl Wilhelm (1742-1786) seorang ahli farmasi swiss berhasil menemukan zat kimia seperti asam laktat, asam sitrat, asam oksalat, asam tartrat dan asam arsenat.
Scheele juga berhasil mengidentifikasi gliserin, menemukan cara baru membuat calomel, dan asam benzoat serta menemukan oksigen.
Friedrick seturner merupakan ahli farmasi jerman (1783-1841) berhasil mengisolasi morpin dari opium, pada tahun 1805, seturner juga menganjurkan suatu seri isolasi dari tumbuhan lainnya juga.
Joseph Caventou (1795-1877) dan joseph pelletier (1788-1842) menggabungkan keahlian mereka dalam mengisolasi kina dan sinkonin dari sinkona.
Joseph pelletier (1788-1842) dan pirre robiquet (1780-1840) mengisolasi kafein dan robiquet sendiri memisahkan kodeina dari opium. secara metode satu persatu zat kimia diisolasi dari tanaman, serta diidentifikasi sebagai zat yang bertanggung jawab terhadap aktifitas medis tanamannnya. dieropa abad ke18 dan 19 M mereka berdua sangat dihargai karna kemampuannya. mereka juga menerapkan kemampuan ilmu farmasi pada pembuatan produk-produk obat yang mempunyai standar kemurnian, keseragaman, dan khasiat yang tinggi daripada yang sebelumnya dikenal. ekstraksi dan isolasi ini merupakan keberhasilan yang sangat besar dibidang sediaan yang dipekatkan, sehingga saat itu banyak ahli farmasi yang membuat sediaan obat dari tanaman meski dalam skala yang kecil.
Pada awal abad ke-19 obat diamerika umumnya diimpor dari eropa, walaupun banyak obat asli amerika yang berasal dari suku indian yang diambil oleh pendatang.
Seiring terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat, muncul 3 perusahaan farmasi pertama diketahui telah berdiri sebelum tahun 1826 dan 22 perusahaan muncul setengah abad kemudian. pada tahun 1821 sekolah farmasi pertama didirikan di philadelphia.


NB: Pembagian Masa sejarah Farmasi ini merupakan pemikiran admin sendiri, untuk memudahkan dalam memilah perkembangannya dari masa ke masa, pembagian masa ini sendiri mungkin di literatur tidak akan ditemui secara langsung.

Sumber :
Farmasetika Dasar
Pengantar Sediaan farmasi
Etika Farmasi Dalam Islam